"Pijat itu sendiri ada yang bersifat empirik atau berbasis pengalaman, ini tergantung dari karakter atau budaya masing-masing misalnya pijat Bali, pijat Sumatera, ada yang yang gerakannya dari kaki ke kepala ada yang dari bahu punggung ke bawah. Dengan pemijatan itu datang relaksasi, ketegangan berkurang dan kenyamanan datang," ujar dr Abidinsyah Siregar, DHSM, MKes, direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, Komplementer, Direktorat jenderal Bina Gizi dan KIA Kemenkes, saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (14/11/2012).
dr Abidinsyah menuturkan yang kedua ada pula pijat yang sudah ada pembuktian dari sisi keilmuwan, misalnya accupressure yang mana menekan titik-titik tertentu yang ditemukan oleh para ahli yang merupakan simpul pertemuan saraf dan pembuluh darah di dalam tubuh.